Diskusi Publik “Indonesia Memanggil” Soroti Populisme Hingga Penguatan Militer Era Prabowo

  • Bagikan
Diskusi Publik "Indonesia Memanggil" di Makassar — Para pembicara dan suasana diskusi publik bertajuk "Indonesia Memanggil" yang digelar di salah satu hotel di Jalan Pettarani, Makassar, Jumat (25/9/2026). Dari kiri ke kanan: Abraham Samad, Prof. Zainal Arifin Mochtar, serta suasana penyampaian materi dan peserta yang hadir. Acara mengangkat tema "Konstitusi Dikorupsi, Patronase Oligarki, dan Bahaya Senjata Hukum Beracun: RUU Perampasan Aset". (Foto: Dok. Suara Imbang)

Dalam kesempatan tersebut, Zaenal juga kembali menyinggung film dokumenter Dirty Vote yang dirilis menjelang Pemilu 2024. Zaenal merupakan salah satu dari tiga pakar hukum tata negara yang tampil dalam film tersebut bersama Bivitri Susanti dan Feri Amsari. Film itu membahas dugaan penggunaan instrumen kekuasaan dalam kontestasi Pemilu 2024.

Dalam forum di Makassar, Zaenal menyampaikan pandangannya mengenai pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menggunakan istilah “insecure” untuk menggambarkan apa yang menurutnya menjadi persoalan legitimasi politik pemerintahan.

“Yang terjadi di rezim Prabowo ini adalah dia memenangkan pemilu dengan situasi yang ‘insecure’,” kata Zaenal. Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Zaenal dalam forum dan merujuk pada kritiknya terhadap proses politik Pemilu 2024.

Ia kemudian mengatakan terdapat tiga hal yang menurutnya diperkuat dalam pemerintahan, yakni “otak, otot, dan ongkos”. Zaenal kemudian menyoroti aspek “otot” yang ia kaitkan dengan penguatan institusi pertahanan dan keamanan.

Soroti Penguatan TNI

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan