
SUARAIMBANG.COM, MAKASSAR — Di tengah hiruk-pikuk dunia yang terus berubah, ada satu pesan sederhana namun sangat dalam yang terus bergema dari generasi ke generasi: “Didiklah anakmu menjadi orang baik.” Bukan sekadar nasihat biasa, kalimat ini adalah panggilan hati kepada setiap orang tua — sebuah pengingat bahwa harta, jabatan, dan gelar bisa hilang, tetapi kebaikan yang tertanam dalam jiwa anak akan terus bersinar selamanya.
Setiap anak yang lahir ke dunia ibarat selembar kertas putih — bersih, murni, dan belum tertulis apa pun. Tangan siapa yang pertama kali menulisi lembaran itu? Tentu saja orang tua. Di rumah, di setiap momen kecil, dalam setiap percakapan, dan dalam setiap contoh yang ditunjukkan — di situlah fondasi karakter anak mulai dibangun. Mendidik anak menjadi orang baik bukan berarti menuntutnya menjadi sempurna, melainkan membantunya mengenali mana yang benar dan mana yang salah, lalu berani memilih jalan yang benar meski tidak ada orang yang melihat.
Menjadi orang baik bukan diukur dari seberapa tinggi gelarnya, seberapa besar hartanya, atau seberapa terkenal namanya. Menjadi orang baik tercermin dari hal-hal sederhana: ucapan yang jujur saat tidak ada yang memantau, tangan yang terulur membantu tanpa mengharap balasan, hati yang tetap lembut meski sedang terluka, dan sikap yang menghormati siapa pun — kaya atau miskin, tua atau muda, dekat atau jauh. Itulah kebaikan yang sejati — kebaikan yang hidup dalam diam, namun terasa dampaknya oleh banyak orang.
Seringkali kita terlalu sibuk memikirkan agar anak pintar, sukses, dan berhasil dalam karier. Itu semua memang penting. Namun ada hal yang lebih mendasar: jika anak menjadi orang baik, keberhasilan apa pun yang diraihnya akan menjadi berkah bagi orang lain. Jika ia pintar tetapi tidak baik, kecerdasannya justru bisa menjadi pedang yang melukai sesamanya. Dunia memang membutuhkan orang-orang pintar, tetapi pada akhirnya dunia jauh lebih membutuhkan orang-orang yang baik hati.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.


