
SUARAIMBANG.COM, MAKASSAR —Sabtu, 19 September 2026 –Di tengah musibah yang menimpa sejumlah insan pers yang sedang menjalankan tugas, Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si., Ph.D., Dosen Jurusan Jurnalistik dan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, menyampaikan pandangan mendalam mengenai makna pengabdian, nilai keberkahan, dan sikap yang sepatutnya kita ambil bersama.
Pertama, perlu kita sadari bahwa para jurnalis yang sedang berjuang di lapangan, bersama kapten dan awak kapal, sedang menjalankan amanah besar: mencari dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat luas. Ini bukan sekadar pekerjaan rutin. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral sekaligus pengabdian tulus kepada kepentingan publik. Ketika mereka berada di lokasi, mereka sedang menjembatani masyarakat dengan kebenaran yang harus diketahui.
Kedua, patut kita apresiasi bahwa mereka tetap melangkah meski alam belum tentu bersahabat dan risiko keselamatan selalu membayangi. Dalam pandangan Islam, setiap langkah yang diambil dengan niat tulus, kejujuran, dan keinginan untuk memberi manfaat, memiliki nilai kebaikan yang tidak terukur. Keberanian hadir di tengah bahaya bukanlah tanda kelalaian, melainkan bukti komitmen terhadap profesi yang dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Ketiga, rasa prihatin dan simpati adalah wajar kita rasakan. Kita berdoa sepenuh hati semoga mereka senantiasa dalam lindungan Allah dan pertolongan segera datang. Namun, satu hal yang perlu kita ingat: menentukan status seseorang di hadapan Tuhan adalah kewenangan mutlak-Nya. Kita tidak perlu memastikan sendiri apakah mereka berstatus syahid atau tidak. Yang terpenting adalah kita menghargai jerih payah mereka, menghormati pengabdiannya, dan mendoakan yang terbaik bagi mereka.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.



