Yuliana Sumbang Perunggu Asian Games, Bupati Bantaeng Bangga

  • Bagikan
Yuliana, Atlet Sepak Takraw Bantaeng Harumkan Nama Daerah — Yuliana, atlet asal Kabupaten Bantaeng, tampil membela Timnas Indonesia di ajang Asian Games 2026 dan berhasil membawa pulang medali perunggu. (Foto: Dok. PBSI).

SUARAIMBANG.COM, BANTAENG — Atlet sepak takraw asal Kabupaten Bantaeng, Yuliana, berhasil mencatatkan sejarah gemilang di panggung olahraga internasional. Bersama tim nasional sepak takraw putri Indonesia, ia meraih medali perunggu pada nomor regu beregu putri di ajang Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. Pencapaian luar biasa ini langsung disambut dengan rasa bangga yang mendalam oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan yang diraih oleh putri daerahnya tersebut. Dalam pernyataannya, Bupati yang merupakan kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan ini menegaskan bahwa keberhasilan Yuliana bukan sekadar kebanggaan bagi keluarga, melainkan menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi bagi seluruh masyarakat Bantaeng.

“Kita masyarakat Bantaeng tentunya sangat bangga kepada Yuliana yang telah mengharumkan nama Indonesia, sekaligus nama daerah kita, di ajang Asian Games,” ujar Fathul Fauzy.

Laga penentuan medali perunggu berlangsung di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium pada Jumat, 25 September 2026. Tim Merah Putih tampil penuh semangat dan berhasil menaklukkan tuan rumah Jepang dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini menjadi penutup yang manis bagi perjuangan para atlet yang sebelumnya harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor 0-2 di babak semifinal. Meski tak lolos ke babak final, semangat juang para atlet tidak luntur sedikit pun, dan mereka bangkit dengan penampilan yang luar biasa saat menghadapi Jepang.

Bupati Fathul Fauzy menilai prestasi yang ditorehkan Yuliana menjadi momentum penting bagi kebangkitan dunia olahraga di Kabupaten Bantaeng. Ia berharap keberhasilan ini dapat memicu semangat generasi muda lainnya untuk terus berlatih dan mengejar mimpi setinggi langit.

“Terima kasih kepada adik kita Yuliana yang telah mengharumkan nama Bantaeng di kancah internasional. Ini membuka asa bagi anak-anak kita. Jika kita konsisten dan memiliki komitmen yang kuat, kita pun mampu mencapai prestasi yang membanggakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa dukungan terhadap pembibitan dan pengembangan bakat atlet muda harus menjadi tanggung jawab bersama, terutama pemerintah daerah. Langkah nyata perlu terus diperkuat agar bibit-bibit unggul dari Bantaeng semakin banyak bermunculan dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional di masa mendatang.

Tim sepak takraw putri Indonesia yang berlaga di Nagoya diperkuat oleh sembilan atlet berbakat: Dini Mita Sari, Fujy Anggy Lestari, Yuliana, Wan Annisa Rachmadi, Ayvonne Halimatu Zahra Perdhana, Kusnelia, Choirunnisa, Dita Pratiwi, dan Frisca Kharisma Indrasari. Skuad ini dilatih oleh Ramli Kumang dan Noldi Suleman Husain.

Kini, nama Yuliana dan Kabupaten Bantaeng tercatat dalam peta olahraga nasional berkat perjuangan yang tak kenal lelah. Medali perunggu yang diraihnya bukan sekadar logam berharga, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin, dan dukungan yang tepat mampu membawa anak-anak daerah berdiri tegak di panggung dunia.

(Laporan Khusus: Suara Imbang)

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan