
Mendidik anak menjadi orang baik tidak bisa hanya lewat kata-kata. Kata-kata bisa didengar dan dilupakan, tetapi contoh yang dilihat akan tertanam dan menjadi teladan seumur hidup. Ketika orang tua bersabar saat marah, anak belajar mengendalikan emosi. Ketika orang tua berkata jujur meski sulit, anak belajar kejujuran. Ketika orang tua memaafkan yang bersalah, anak belajar kelembutan hati. Dan ketika orang tua berbuat baik tanpa pamer, anak memahami bahwa kebaikan adalah tentang siapa dirinya, bukan tentang apa yang dikatakan orang lain.
Waktu akan berlalu. Anak-anak yang hari ini masih kecil dan bergantung pada kita, suatu hari nanti akan tumbuh dewasa, melangkah pergi, dan membangun dunianya sendiri. Mereka mungkin lupa mainan apa yang pernah kita belikan, lupa liburan ke mana saja yang pernah kita ajak, tetapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana kita mengajarkan mereka untuk hidup baik, berbuat baik, dan menjadi orang baik. Itulah warisan yang tidak bisa dibeli dengan uang, tidak bisa dicuri oleh siapa pun, dan tidak akan hilang dimakan waktu.
Maka pesan ini ditujukan untuk kita semua, kepada setiap ayah dan ibu, kepada setiap pendidik, dan kepada setiap orang dewasa yang menjadi teladan bagi anak-anak: tanamkan kebaikan sejak dini, rawat dengan kasih, dan biarkan tumbuh bersama mereka. Karena satu hari nanti, anak-anak inilah yang akan menjaga dunia ini — dan jika mereka tumbuh menjadi orang-orang baik, maka dunia ini akan tetap baik untuk kita semua.
(Dwi Nugroho/ Editor MD).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.


