
SUARAIMBANG.COM, MAKASSAR — Seiring dengan meningkatnya suhu udara dan panjangnya musim kemarau yang melanda berbagai wilayah, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar resmi menaikkan tingkat kesiapsiagaan menjadi siaga penuh. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus kebakaran, mulai dari kebakaran lahan dan semak belukar, pemukiman warga, hingga bangunan bertingkat.
Khususnya di jajaran Regu 4, Platon 2, Kompi A Damkar Makassar yang berposko di kawasan GMTD Tanjung Bunga, kedisiplinan dan kesiapan menjadi penekanan utama setiap saat. Sebagai tim yang senantiasa berada di garis depan, seluruh personel dituntut untuk selalu siap berangkat ke lokasi dalam waktu sesingkat mungkin begitu panggilan darurat masuk.
Abdul Samad, salah satu personel tim siaga, menyampaikan pada Sabtu Oktober 2026, bahwa Komandan Regu secara khusus mengingatkan seluruh anggotanya untuk tidak sembarangan meninggalkan posko saat sedang bertugas.
“Danru selalu menegaskan: jangan tinggalkan posko jika tidak dalam keadaan darurat. Pengecualian hanya diperbolehkan jika ada anggota keluarga inti yang meninggal dunia atau terjadi kecelakaan. Itu pun harus ada laporan izin. Saat ini tuntutan kesiapan sangat tinggi, karena api bisa muncul kapan saja,” ujar Abdul Samad menirukan arahan komandan regu kepada media Suara Imbang.com.
Di samping tantangan internal berupa kesiapan personel, Damkar Makassar menghadapi kendala eksternal yang kerap menghambat laju penanganan kebakaran: belum optimalnya kesadaran pengguna jalan lain untuk memberi akses cepat bagi mobil pemadam kebakaran. Padahal setiap detik yang terbuang berarti potensi kerugian yang semakin besar.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





