
SUARAIMBANG.COM, MAKASSAR —Gelora kebanggaan dan rasa syukur menyatu di halaman Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara. Ratusan santri beserta jajaran pimpinan berkumpul dalam suasana haru dan sukacita, pada Sabtu (10/10/2026), merayakan keberhasilan luar biasa Kontingen Sulawesi Selatan yang berhasil memborong 55 medali sekaligus mengamankan predikat juara umum tak resmi pada ajang bergengsi Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSN) II di Malang.
Di balik keemasan prestasi tersebut, terdapat persiapan yang tidak singkat dan tidak ringan. Ustaz Zainal Abidin, salah satu panitia pelaksana, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari perhatian penuh para Mudir pesantren. Selama kurang lebih satu minggu sebelum keberangkatan, seluruh peserta menjalani masa karantina intensif. Di sana mereka dibina langsung oleh dua kader Muhammadiyah yang berpengalaman di kancah internasional: Dr. Dyiaul Haaq Mahsyar, mantan Ketua PCIM Turki, serta Luqmanulhakeem Yanggi Siagian dari PRIM New South Wales, Australia.
Hadir memberikan motivasi langsung, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hati seluruh santri. Beliau menegaskan bahwa prestasi yang diraih bukan semata-mata karena usaha manusia, melainkan buah dari ketekunan, ilmu yang dimiliki, dan di atas segalanya — pertolongan Allah SWT. Lebih dari sekadar piala dan medali, kejuaraan ini menjadi sarana pembentukan karakter agar santri senantiasa tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati dan berakhlak mulia.
Prof. Ambo Asse kemudian membuka makna hakiki dari keberhasilan ini.
“Allah berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11: ‘Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.’ Inilah rahasia utama. Ilmu yang disertai iman adalah kunci kenaikan derajat, baik di dunia maupun di akhirat,” jelasnya.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





