Mafia BBM Di Balik Kekerasan Wartawan

  • Bagikan
Tegak dan berani. St. Arwati menuntut penegakan hukum tanpa pandang bulu: Mafia BBM tak boleh merasa di atas undang-undang. (Foto dok: istimewa)

Massa bukan datang untuk membuat keributan. Mereka datang untuk satu prinsip yang tak bisa ditawar: hukum harus berlaku sama untuk semua orang, tidak boleh pandang bulu.

“Pesan kami kepada para pelaku pelangsiran BBM subsidi: Kebenaran mungkin terlambat, tetapi ia tidak akan pernah kalah. Menyembunyikan kejahatan di balik tumpukan uang itu sama saja seperti menutup api dengan kain. Lama-kelamaan, api itu justru akan membakar dirimu sendiri,” peringatnya.

Orasi yang memilukan namun penuh kekuatan itu ditutup dengan seruan yang disambut sorak serentak seluruh peserta aksi:

“Hari ini kita berdiri bukan hanya untuk satu orang jurnalis. Kita berdiri untuk seluruh rakyat Bantaeng yang haknya dirampas setiap hari. Kami tidak akan pergi. Kami tidak akan diam. Bersatu kita lawan mafia BBM! Tegakkan keadilan sekarang juga!”

(Tim Suara Imbang / R-BTG).

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan