
SUARAIMBANG.COM, MAKASSAR — Keprihatinan mendalam menyelimuti keluarga besar jurnalis di Sulawesi Selatan. Menyusul hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini belum ditemukan saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026, Forum Silaturrahmi Wartawan Muslim Indonesia (Forsiwami) Sulawesi Selatan bergerak melalui jalan kebaikan dan doa.
Koordinator kegiatan, Agussalim, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di salah satu masjid di Makassar, Rabu (16/9/2026). Ia menjelaskan bahwa aksi solidaritas ini akan digelar pada Jumat, 18 September 2026, di sejumlah masjid di wilayah Makassar dan Gowa. Selain itu, pihaknya juga mengajak organisasi Islam besar seperti Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Wahdah Islamiyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah untuk turut menyerukan doa bersama kepada para khatib di seluruh Sulawesi Selatan agar menyisipkan doa keselamatan bagi para rekan yang masih hilang.
“Kami menyerukan kepada MUI dan organisasi Islam lainnya, agar meminta para muballigh dan khatib pada khutbah Jumat besok untuk mendoakan kelima rekan wartawan dan tiga kru kapal yang hingga saat ini belum ditemukan,” ujar Agussalim.
Selain doa bersama, Forsiwami Sulsel juga menyiapkan rangkaian kegiatan tolak bala berupa sedekah nasi. Nasi tersebut akan dibagikan kepada kaum dhuafa, fakir miskin, serta para imam masjid di wilayah Makassar dan Gowa pada hari Jumat bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat.
“Terkait musibah yang menimpa rekan-rekan kami, dalam ajaran Islam, sedekah berupa makanan dipercaya memiliki kekuatan besar untuk menolak bala dan menjauhkan marabahaya. Hal ini sejalan dengan berbagai dalil dan hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa berbagi makanan adalah amalan yang memiliki keutamaan luar biasa dalam mendatangkan kebaikan dan keselamatan,” lanjut Agussalim.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





