
Kolaborasi antara Polda Sulsel, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar persoalan sosial dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kapolda juga menyoroti peran perguruan tinggi yang dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran di kalangan pemuda.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut mensosialisasikan layanan darurat kepolisian nomor 110. Layanan ini dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam untuk melaporkan kejadian darurat atau meminta bantuan kepolisian tanpa harus datang langsung ke kantor polisi. “Saya selalu menyampaikan kepada masyarakat bahwa sudah ada layanan Polisi 110 yang bisa kita gunakan. Saya juga terus memperkenalkan dan mempraktikkan penggunaan layanan ini setiap bertemu masyarakat agar masyarakat semakin mengenal dan percaya terhadap layanan kepolisian,” ungkapnya.
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif Polda Sulsel. “Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan jajaran yang telah menginisiasi silaturahmi ini sekaligus menjadi bagian dari rapat koordinasi kita. Kondisi saat ini menghadirkan berbagai persoalan di lapangan yang sudah sangat mengganggu masyarakat. Kita memahami bahwa keselamatan dan nyawa masyarakat merupakan hal yang utama,” tegas Fatmawati.
Fatmawati menegaskan pentingnya langkah mitigasi dan pencegahan yang terkoordinasi. Berbagai potensi gangguan harus diantisipasi lebih awal dengan respons yang tepat dan terpadu.
Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman bersama: penanganan persoalan sosial di Sulawesi Selatan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Komitmen bersinergi, mengedepankan pencegahan, serta memperkuat komunikasi antarlembaga ditegaskan kembali oleh seluruh peserta. Tujuannya tunggal — mewujudkan Sulawesi Selatan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warganya.
(R-SI/ Rls/.Editor MD).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





