
“Air di wilayah Bissappu berbagi dengan petani, jadi kalau masa tanam pasti debit kecil, belum lagi masa kemarau,” tulis Suwardi.
Lebih lanjut pada pukul 22.01 Wita, Suwardi menambahkan upaya yang sedang dijalankan pihaknya. “Sementara dipersiapkan penambahan debit baru. Ada mata air Kayuloe yang dulu mensuplai wilayah Bissappu, cuma sudah putus sejak kurang lebih enam tahun lalu. Sementara kita usahakan kembali, cuma butuh biaya besar untuk pembangunan perpipaan yang kurang lebih 15 kilometer,” jelasnya.
Masyarakat berharap upaya pemulihan sumber air tersebut dapat segera diwujudkan. Kebutuhan air bersih adalah hal yang sangat mendasar bagi kelangsungan hidup, sehingga tidak bisa ditunda-tunda lagi demi kenyamanan seluruh warga.
(Tim/R-SI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





