
Penanggung jawab program ECOKOMPOSTER, Muhammad Yusuf Syah Muchzin, menjelaskan bahwa esensi kegiatan adalah menanamkan kesadaran bahwa solusi pertanian ramah lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana di rumah masing-masing. “Melalui ECOKOMPOSTER, kami harap warga bisa mengolah sampah organik jadi pupuk cair dan memanfaatkan barang bekas jadi wadah tanam. Mulai dari rumah, kelola limbah dengan bijak demi lingkungan bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Antusiasme petani Desa Borong Loe terlihat sangat tinggi. Salah satu peserta menyampaikan materi yang disampaikan sangat praktis dan bisa langsung diterapkan. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, memberi solusi sederhana ubah limbah jadi pupuk yang kami butuhkan. Kami juga jadi tahu galon bekas bisa dijadikan wadah tanam yang bagus dan murah,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap semangat dan keterampilan yang ditularkan dapat terus berlanjut. Tujuannya tercipta desa yang bersih dari sampah organik, pertanian yang mandiri dan ramah lingkungan, serta kesejahteraan petani yang semakin meningkat.
(Tim/Editor MD).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





