
SUARAIMBANG.COM, MAKASSAR – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar berhasil melaksanakan operasi penyelamatan terhadap seorang pendaki yang mengalami kecelakaan di jalur pendakian Gunung Bulu Baria, wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Operasi yang berjalan sejak Sabtu hingga Minggu dini hari ini berakhir aman dengan korban berhasil diturunkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Korban diidentifikasi bernama Reyhan (25 tahun). Ia mengalami musibah jatuh dari buaian gantung atau hammock yang digunakannya untuk beristirahat di Pos 8 Gunung Bulu Baria pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Akibat kejadian tersebut, Reyhan mengalami cedera serius pada bagian tulang ekor sehingga kondisinya tidak memungkinkan untuk berjalan maupun bergerak sendiri.
Merespons laporan darurat yang masuk, Tim Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa. Pukul 16.00 WITA, sebanyak 10 personel penyelamat segera diberangkatkan membawa perlengkapan komunikasi, peralatan medis, serta peralatan evakuasi khusus medan pegunungan.
“Setelah menerima laporan, kami segera menerjunkan personel untuk bergerak ke lokasi kejadian di Gunung Bulu Baria demi memberikan bantuan evakuasi medis darurat kepada korban,” ungkap Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, S.E.
Rombongan tim penyelamat tiba di Pos Registrasi Pendakian Gunung Bulu Baria pada pukul 21.55 WITA dan langsung menyelaraskan langkah dengan seluruh potensi SAR yang sudah berada di lokasi. Perjalanan menuju posisi korban ditempuh sepanjang malam, hingga akhirnya pada Minggu (26/7/2026) pukul 04.00 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menjangkau korban.
Sesampainya di lokasi, tim segera memberikan pertolongan pertama dan menstabilkan kondisi kesehatan korban. Korban kemudian dipasangkan alat penyangga tulang belakang atau tandu spinal guna menjaga keamanan dan mencegah cedera bertambah parah selama proses pembawaan turun.
Proses evakuasi berlanjut dengan membawa korban menyusuri jalur pendakian yang terjal. Tim SAR Gabungan bergerak perlahan menuju Pos Registrasi dengan estimasi waktu tiba di lokasi aman pada pukul 13.00 WITA.
“Dan pada pukul 04.00 dini hari tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi korban dari pos 8 menuju pos registrasi dan diperkirakan sampai di posko registrasi pada pukul 13.00 WITA,” lanjut Andi Sultan.
Keberhasilan operasi ini merupakan buah dari kerja sama yang padu dan terkoordinasi baik antara tim Basarnas, BPBD, unsur terkait, serta gotong royong dari masyarakat setempat yang turut membantu selama proses penyelamatan berlangsung.
(Tim/ R-TN).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





