
SUARAIMBANG.COM, SELAYAR – Memasuki hari kedelapan pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa pada Rabu (22/7/2026), tim SAR gabungan memperketat penyisiran di wilayah Kepulauan Sabalana. Langkah ini diambil setelah operasi yang semula berakhir hari ketujuh resmi diperpanjang tiga hari, berlandaskan analisis pergerakan arus laut dan evaluasi menyeluruh terhadap jalur hanyut korban sejak kejadian di perairan sebelah barat Pulau Polassi.
Pada fase ini, wilayah pencarian dibagi menjadi dua sektor utama. Satuan SAR pertama menggunakan KN SAR Pacitan didukung kapal karet cepat atau Rigid Inflatable Boat (RIB), menyisir bagian timur Kepulauan Sabalana, termasuk pulau-pulau tak berpenghuni yang berpotensi menjadi lokasi terdampar. Sementara itu, Satuan SAR kedua dengan KLM Mattoangin bertugas menelusuri bagian barat guna menjangkau setiap sudut wilayah tersebut secara merata.
Hingga saat ini, dari 78 orang yang berada di atas kapal saat kejadian, 59 orang telah ditemukan selamat, 3 orang berstatus meninggal dunia, sementara 16 orang lainnya masih dalam upaya pencarian intensif. Terkait salah satu jenazah yang ditemukan sebelumnya, pihak berwenang belum dapat memastikan identitasnya sebagai penumpang KM Nurul Salsa dan masih menunggu hasil pemeriksaan tim Identifikasi Korban Bencana atau Disaster Victim Identification (DVI).
“Satu jenazah belum dapat dipastikan apakah bagian dari penumpang kapal tersebut. Kami tetap menunggu hasil resmi dari tim DVI,” ujar juru bicara tim operasi, Andi Sultan.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





