
“Saya sudah di sini sejak pukul sepuluh malam kemarin. Pulang ke rumah takutnya kelewatan, ditinggal takutnya habis. Begitulah kami bertahan di sini,” ujar salah satu pengemudi yang enggan namanya disebut, di sela menunggu di pinggir jalan.
Redaksi Suara Imbang telah mengirimkan pesan konfirmasi melalui aplikasi WhatsApp kepada Pengawas SPBU Lamalaka, Suardi, guna menanyakan penyebab tertutupnya lokasi, ketersediaan pasokan, serta jam pasti pelayanan akan dibuka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau jawaban yang diterima dari pihak yang bersangkutan.
Sesuai semangat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak pengelola SPBU Lamalaka maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan, tanggapan, atau klarifikasi atas peristiwa ini. Informasi yang disampaikan akan kami muat sebagaimana adanya demi menjaga keadilan, keseimbangan, dan kelengkapan berita bagi masyarakat luas.
Masyarakat yang telah berkorban waktu dan tenaga berharap ada kejelasan segera diberikan agar tidak semakin banyak warga yang terjebak menunggu tanpa kepastian. Redaksi akan terus memantau perkembangan situasi ini.
(Tim/ R-SI).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





