Satu Bulan Mati Air, Keluhan Warga Birea, Direktur PDAM Belum Tanggapi

  • Bagikan
Foto: Ilustrasi (DOK/ Google).

SUARAIMBANG.COM, BANTAENG – Warga di lingkungan BTN Birea, Desa Pajukukang, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, melayangkan protes keras terhadap kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda PDAM) Tirta Eremerasa. Pasokan air bersih ke wilayah mereka dikabarkan berhenti total selama lebih dari 30 hari, namun layanan pengaduan dianggap tidak berjalan dan tagihan pemakaian air tetap dibebankan utuh kepada pelanggan.

Keluhan ini pertama kali terbuka lebar melalui unggahan di Grup Facebook Info Kejadian Kabupaten Bantaeng pada Jumat (17/7/2026). Warga menyampaikan kebingungan sekaligus kekecewaan mendalam. “Satu bulan air tak mengalir setetes pun, yang kami dapat hanya janji manis. Ketika datang melapor, petugas lapangan tak berwenang menyelesaikan, disuruh langsung ke kantor direksi. Apakah memang aturannya berbelit begini?” tulis salah satu warga.

Foto: Tampilan layar unggahan keluhan warga di grup media sosial soal layanan PDAM. (Dok: Net/ Facebook)).

Paling menyakitkan bagi warga adalah kewajiban membayar tagihan bulanan yang tetap berjalan penuh, padahal tidak ada setetes pun air yang diterima. “Kami taat membayar kewajiban setiap bulan, tapi hak kami diabaikan begitu saja. Mohon Bapak Direktur turun langsung melihat kondisi kami di sini, kami sangat membutuhkan air bersih,” tambahnya.

Keterangan di lapangan memperkuat laporan tersebut. Sumber internal di lingkungan PDAM Bantaeng membenarkan bahwa di wilayah BTN Birea memang pasokan air sudah berhenti selama lebih dari 20 hari hingga saat ini.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan