
“Saat sampai di rumah sakit, kami mendapat keterangan dari suami almarhumah, Ibrahim Pua. Istrinya sebenarnya sedang dalam perjalanan dari Kalimantan menuju Flores, NTT, lewat jalur laut. Namun saat transit di Makassar, sakitnya semakin parah dan langsung dirujuk serta dirawat di RS Stella Maris,” jelas Ustad Awaluddin.
Dikatakannya, almarhumah baru saja melahirkan sekitar satu bulan lalu dan tidak memiliki kerabat sama sekali di Kota Makassar. Beruntung, kerabat mereka di Bali mengetahui layanan sosial PJTI yang siap siaga 24 jam mengurus pemulasaran jenazah secara syariat.
“Bapak Ibrahim Pua sangat bingung karena sendirian. Beruntung ada keluarganya yang menghubungi kami, sehingga tim langsung bergerak cepat malam itu juga untuk mengurus jenazah dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Padahal sebelumnya sudah ada pihak yang menawarkan jasa penanganan jenazah dengan biaya mencapai Rp3 juta. “Karena keterbatasan biaya, keluarga menolak tawaran tersebut. Insya Allah di PJTI semua layanan ini gratis dan kami laksanakan pemulasaran jenazah sesuai syariat dan sunnah,” tegasnya.
BAZNAS Ikut Peduli
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





