
SUARAIMBANG.COM, BANTAENG — Kabupaten Bantaeng mencatatkan prestasi tingkat nasional setelah menempati peringkat 10 besar daerah dengan ketahanan pangan terbaik se-Indonesia. Capaian itu tertuang dalam Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kategori Kabupaten 2025 yang dirilis Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Jumat, 14 Maret 2026.
Bapanas menempatkan Bantaeng di posisi 10 dari 416 kabupaten dengan skor IKP 84,14.
Penetapan dilakukan Bapanas. Bantaeng menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan di daftar tersebut.
Data IKP 2025 diumumkan resmi 14 Maret 2026. Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Skor tinggi diperoleh dari 12 indikator yang mengukur tiga pilar utama: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.
Bapanas menghitung IKP menggunakan data komprehensif mulai produksi pangan lokal, distribusi, daya beli masyarakat, hingga kualitas konsumsi dan gizi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng yang dihubungi Selasa, 15 April 2026, menyebut capaian ini buah dari intervensi berlapis.
“Kita dorong diversifikasi pangan lokal, jaga stabilitas harga di pasar, dan pastikan bantuan pangan tepat sasaran. Hasilnya, akses warga ke pangan bergizi makin mudah,” ujarnya.
Bapanas mencatat 9 kabupaten lain di atas Bantaeng. Urutan pertama hingga kesembilan: Badung (88,79), Kutai Kartanegara (86,50), Balangan (86,42), Hulu Sungai Tengah (85,67), Sleman (85,50), Tabalong (85,23), Banjar (84,70), Hulu Sungai Selatan (84,56), dan Barito Kuala (84,42).
Masuknya Bantaeng di daftar elit ini memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan. Sebelumnya, Sulsel juga dikenal sebagai produsen beras terbesar kedua nasional. Capaian IKP 84,14 sekaligus menjadi modal Pemkab Bantaeng untuk menarik program pangan lanjutan dari pusat, termasuk penguatan cadangan pangan dan hilirisasi komoditas unggulan.
Bapanas menyatakan IKP 2025 disusun lebih komprehensif dibanding tahun sebelumnya. Selain data produksi, survei keterjangkauan dan pemanfaatan pangan kini melibatkan data real-time dari Satgas Pangan daerah. “Tujuannya agar IKP benar-benar mencerminkan kondisi di meja makan rakyat,” tulis Bapanas dalam laporannya.
Dengan skor di atas 80, Bantaeng masuk kategori “sangat tahan pangan”. Status itu berarti daerah mampu menyediakan pangan cukup, terjangkau, dan bergizi bagi seluruh penduduk sepanjang tahun tanpa bergantung impor.
FAP/EDITOR MD.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





