
Namun kecepatan yang ditawarkan media sosial ternyata dibayar dengan mahal soal kebenaran. Asnawin menegaskan bahwa tidak sedikit informasi yang beredar di media sosial ternyata tidak terverifikasi, berisi ketidakbenaran, bahkan sengaja dibuat untuk memprovokasi masyarakat.
“Perbedaannya sangat mendasar. Media massa memiliki lembaga yang jelas, alamat yang jelas, pengelola yang jelas, dan wartawan yang bertanggung jawab atas setiap informasi yang disampaikan. Sebaliknya, banyak informasi di media sosial datang dari akun anonim, tidak ada kejelasan lembaga, dan tidak ada yang bisa dimintai pertanggungjawaban ketika informasi tersebut ternyata salah atau menyesatkan publik,” pungkas Asnawin.
(R-SI/ Editor MD).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





