
Namun, data tersebut ternyata belum sepenuhnya selaras dengan catatan instansi lain. Perwakilan Kesbangpol menyampaikan bahwa data yang dimilikinya menunjukkan angka yang berbeda. Kendala utamanya bukan sekadar perbedaan angka, melainkan keterbatasan akses untuk melakukan verifikasi langsung ke kawasan industri. Selama ini, sebagian besar informasi hanya bersumber dari koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan, sehingga belum dapat dipastikan kesesuaiannya dengan kondisi faktual di lapangan.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) juga menemukan hal serupa. Dari komunikasi informal dengan pihak perusahaan, jumlah TKA di PT Hengsheng diperkirakan mencapai sekitar 100 orang, sedikit berbeda dari data resmi yang tercatat.
Tidak hanya masalah data, forum ini juga menyoroti aktivitas WNA di tengah masyarakat yang memerlukan perhatian khusus. Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Bantaeng melaporkan adanya dua hal yang menjadi fokus pengawasan dalam tiga bulan terakhir: perkawinan antara WNA asal Tiongkok dengan warga lokal, serta aktivitas warga negara asal Pakistan yang mengumpulkan sumbangan di sejumlah masjid dengan alasan akan disalurkan untuk anak-anak penghafal Al-Qur’an di negaranya.
Perwakilan BINDA dan Kodim 1410/Bantaeng juga menyampaikan kendala pemantauan terhadap kelompok jemaah asing yang sering kali sudah berpindah lokasi sebelum keberadaannya tercatat, serta kendala komunikasi akibat perbedaan bahasa di lapangan.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





