
“Selama kami menempati rumah ini, air memang hanya mengalir sesekali saja. Sekarang kondisinya makin parah, tidak ada setetes pun keluar meski sudah masuk malam hari,” keluhnya.
Sementara itu, warga lain di Blok D dengan inisial UL menambahkan bahwa masalah ini bukan baru terjadi. Kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sudah dialami sejak lama.
“Kami terpaksa harus mengambil air di rumah orang tua di Kampung Lamalaka. Sungguh ironis, kami punya sambungan PDAM tapi harus bersusah payah mencari air dari tempat lain,” ungkapnya dengan nada getir.
Saat dimintai tanggapan melalui pesan WhatsApp, Direktur PDAM Tirta Eremerasa, Suardi, tidak memberikan penjelasan khusus terkait keluhan tersebut. Ia hanya mengirimkan foto pengumuman resmi yang telah disebarkan sebelumnya.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





