Koalisi Besar Untuk Rekonsiliasi Peradaban Melalui Tata Pemerintahan Model Presiden Prabowo Subianto

  • Bagikan
Jacob Ereste. (Foto dok: Istimewa).

Opini | Oleh: Jacob Ereste

SUARAIMBANG.COM, Konsep rekonsiliasi peradaban yang mulai digaungkan oleh Pemimpin Spiritual Nusantara — sebagai bangsa spiritual — pantas mendapat perhatian dengan memposisikan Indonesia akan menjadi pusat dan gerakan kebangkitan kesadaran pemahaman spiritual bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.

Karena itu, program diplomasi spiritual akan terus dimatangkan untuk memperkuat upaya terwujudnya rekonsiliasi peradaban dunia yang menjadi rujukan global bagi bangsa-bangsa.

Hal ini agar ketertiban, perdamaian dan keharmonisan hidup dan kehidupan dunia sejahtera tanpa perseteruan dan pertikaian dapat diwujudkan. Bukan malah sebaliknya untuk mengumbar nafsu keserakahan dan kerakusan harta maupun kekuasaan di bumi yang sifatnya cuma sementara.

Ekspresi dari tata Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pun tampak jelas ingin mewujudkan koalisi kebangsaan yang baik. Maka dalam upaya mewujudkan koalisi peradaban melalui Kabinet Merah Putih tersebut, diisi oleh hampir semua unsur partai politik, para aktivis, tokoh pergerakan dari berbagai unsur serta elemen masyarakat. Meski terkesan gemuk dan harus dibayar dengan ongkos dan biaya yang mahal, namun hal ini untuk memperkuat koalisi kebangsaan.

Karena itu pula, tidak cukup alasan bagi pemerintah menjadi anti kritik hingga terkesan dianggap sebagai ancaman untuk merongrong dan menjatuhkan pemerintah, karena peran masyarakat sipil yang ada di luar lingkaran kekuasaan tetap harus dipahami dan diakui sebagai pemilik sah negeri ini.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan