
Hamka menilai, gagasan melahirkan ribuan penghafal Al-Qur’an tersebut sangat selaras dengan visi besar BNM. Menurutnya, organisasi hadir bukan hanya untuk melakukan upaya pencegahan terhadap dampak negatif, tetapi lebih utama hadir untuk memberikan solusi konstruktif.
“BNM hadir bukan sekadar berbicara soal pencegahan. Kita wajib menghadirkan solusi nyata. Jika ada upaya yang merusak moral generasi, maka kita harus bekerja lebih keras menyiapkan generasi yang kuat imannya, kuat akhlaknya, dan kuat mentalnya. Salah satu caranya adalah melalui gerakan massal mencetak hafiz dan hafizah Al-Qur’an,” ujar Hamka Hamid dengan tegas.
Ia berharap, sinergi yang terjalin antara BNM Kabupaten Maros dan Jalur Langit serta Persaudaraan Pondok Tahfiz dapat menjadi model atau pilot project pembinaan generasi yang efektif. Gerakan ini diharapkan mampu menyentuh akar permasalahan bangsa dan menjadi benteng moral yang kokoh di tengah arus zaman.
(Gus/ Editor MD).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





