
Di sisi lain, dirinya mengaku sangat tertarik bergabung dalam organisasi ini karena adanya kata “Maksiat” yang disandingkan dengan Narkoba. Hal ini dianggapnya sangat sejalan dengan nilai-nilai agama.
“Saya sangat tertarik dengan BNM dan ikut bergabung karena ada kata ‘Maksiat’. Hal ini tentu saja sejalan dengan perintah agama saya untuk memeranginya,” tegas Hamka.
Oleh karena itu, berbagai kegiatan bertema sosial dan keagamaan rutin digelar. Salah satunya adalah program Jumat Berkah dan Kampung Shalawat. “Ini adalah syiar agama dan jalan menuju kebaikan. Kalau bukan kita yang melakukannya, lalu siapa lagi?” terangnya.
Kegiatan yang tak kalah penting, sambung Hamka, adalah program “Kopi Ngaji Sahabat BNM”. Program ini hadir dengan konsep mengajak semua elemen masyarakat untuk belajar mengaji mulai dari dasar atau dari nol hingga lancar.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.




