
Minat masyarakat maupun wisatawan asing terhadap layanan kereta cepat Whoosh terbilang sangat tinggi. Per Juli 2026 saja, kereta cepat ini telah mencatat lebih dari 16,9 juta perjalanan penumpang sejak pertama kali beroperasi. Sementara data per Agustus 2026 menunjukkan bahwa sebanyak 944.087 perjalanan dilakukan oleh warga negara asing. Angka ini membuktikan adanya kebutuhan nyata akan konektivitas yang lebih lancar antara titik kedatangan internasional dengan destinasi-destinasi utama di Pulau Jawa.
Di sisi lain, platform All Indonesia sendiri telah menjadi andalan utama para pelancong. Per Oktober 2026, sebanyak 29.119.141 penumpang internasional telah menggunakan layanan ini untuk menyampaikan deklarasi kedatangan, yang dapat diisi sejak tiga hari sebelum waktu kedatangan di Indonesia. Angka besar ini menjadi alasan kuat mengapa integrasi layanan transportasi ke dalamnya akan sangat memudahkan jutaan pengguna.

Tak sekadar memudahkan pemesanan tiket, kerja sama ini juga mencakup pertukaran data dan informasi penumpang yang dilakukan dengan tetap menjaga standar keamanan serta perlindungan data pribadi setiap pengguna. Hendarsam menegaskan bahwa inovasi ini adalah bukti nyata dari semangat “Imigrasi untuk Rakyat” — menghadirkan solusi yang memotong kerumitan, memperluas kemudahan, dan memastikan setiap perjalanan terasa lebih nyaman, sejak langkah pertama mendarat hingga tiba di tujuan akhir.
“Inovasi bukan hanya soal menghadirkan teknologi baru, melainkan memastikan teknologi tersebut benar-benar meringankan beban masyarakat. Dari saat mendarat, melewati pemeriksaan, hingga melanjutkan perjalanan — semuanya harus terasa lebih mudah, lebih cepat, dan lebih nyaman. Itulah tujuan sesungguhnya dari kolaborasi ini,” tutup Hendarsam.
(Sumber: Siaran Pers Direktorat Jenderal Imigrasi, 16 Oktober 2026).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





