Penguatan Manajemen dan Administrasi Jadi Prioritas Utama Pembinaan Kelompok Tani di Bantaeng

  • Bagikan
Foto: Para penyuluh pertanian siap melakukan pendampingan intensif di tingkat desa dan kecamatan. (Dok: istimewa).

“Kami menemukan fakta bahwa administrasi yang belum tertib seringkali menjadi penghambat. Oleh karena itu, melalui program pembinaan tahun 2026, kami akan memprioritaskan pelatihan dan pendampingan intensif. Materi yang akan disampaikan mencakup tata cara penyusunan dokumen organisasi, manajemen keuangan sederhana, pengelolaan aset kelompok, hingga penyusunan laporan yang sesuai standar,” paparnya.

Dinas Pertanian berharap, melalui pendekatan ini, kelompok tani di Bantaeng tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpulnya para petani, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang kuat dan mandiri. Ketertiban dalam administrasi dianggap sebagai bukti nyata profesionalisme dan kemampuan kelompok dalam mengelola potensi yang ada, sehingga mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan usaha secara terarah serta efisien.

Untuk memastikan program berjalan efektif, Bidang Penyuluhan juga akan mengoptimalkan peran para penyuluh pertanian lapangan. Para penyuluh tidak hanya bertugas sebagai pendamping teknis, tetapi juga akan turun langsung memberikan bimbingan manajerial di setiap kecamatan dan desa. Mereka akan memastikan standar administrasi yang baku dapat diterapkan oleh seluruh pengurus kelompok tani.

“Penyuluh akan hadir lebih dekat untuk membimbing. Kami ingin memastikan setiap proses berjalan sesuai pedoman. Hasil dari pembinaan ini nantinya akan terus kami pantau dan evaluasi secara berkala. Jika ada kendala, akan segera dicarikan solusi terbaik,” tambahnya.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan