
“Masa depan anak-anak kita masih sangat panjang. Kita tidak boleh membiarkan langkah awal mereka terhenti atau terluka hanya karena kurangnya pengawasan sesaat,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Oleh karena itu, peran orang tua menjadi benteng paling depan. Kombes Pol. Budi Hermanto meminta para orang tua untuk tidak sekadar melarang, melainkan mengedukasi, berkomunikasi terbuka, dan memahami dunia anak-anak mereka. Jelaskan bahwa menyampaikan pendapat bisa dilakukan dengan tertib, damai, dan pada tempat yang memang layak bagi usia mereka — bukan dengan ikut-ikutan ke lokasi yang belum tentu aman.
“Bimbinglah mereka memahami cara berpendapat yang baik sejak dini. Komunikasi yang hangat jauh lebih ampuh daripada larangan yang kaku. Ketika anak paham alasan di balik aturan, ia akan ikut menjaga dirinya sendiri,” jelasnya.
Penting pula diketahui, pesan ini bukan sekadar milik kepolisian atau beban semata di pundak orang tua. Keselamatan anak adalah urusan semua orang. Tetangga, guru, tokoh masyarakat, hingga peserta aksi itu sendiri turut bertanggung jawab menjaga lingkungan tetap aman bagi anak-anak. Sebab, benteng yang kokoh tak dibangun oleh satu tangan saja, melainkan oleh seluruh elemen masyarakat yang bergandengan tangan.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





