Kelola Ayam Petelur, Istri Kades Dipertanyakan

  • Bagikan
Kondisi kandang ayam petelur milik BUMDes Bonto Tallasa yang diduga dikelola oleh keluarga Kepala Desa dan menjadi sorotan publik. (Foto dok: TIM Suara Imbang).

Dari keterangan yang diperoleh di lapangan, jumlah ayam yang sudah aktif bertelur tercatat sebanyak 1.000 ekor, sedangkan yang baru masuk dan belum produktif berjumlah 900 ekor, sehingga total populasi mencapai 1.900 ekor.

“Secara hitungan logika dan teknis peternakan, dari 1.000 ekor ayam yang produktif, mampu menghasilkan telur rata-rata sekitar 800 hingga 850 butir per hari.

Jika dikonversi ke dalam satuan rak atau boks, di mana satu rak berisi 30 butir dengan harga jual Rp 45.000 per rak, maka harga per butirnya adalah Rp 1.500.

Dengan perhitungan tersebut, nilai omzet harian yang didapat bisa mencapai Rp 1.200.000,- hingga Rp 1.275.000,- per hari. Jika dikalikan 30 hari operasional, maka dalam sebulan omzetnya bisa menyentuh angka Rp 36.000.000,- hingga Rp 38.250.000,-. Angka yang sangat besar dan fantastis untuk ukuran pengelolaan desa,” jelas Andi Yusdanar Hakim dengan rinci.

– Rincian Hitungan:

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan