
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berbagi makanan memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, sejalan dengan sabda Rasulullah: “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.” (HR. Ibnu Sa’ad, Al-Hakim, Ath-Thobroni). Semoga amal baik ini menjadi jalan keberkahan dan keselamatan bagi rekan-rekan yang masih hilang.
Forsiwami juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai organisasi Islam di Makassar untuk menyerukan doa bersama dari mimbar masjid pada khutbah Jumat kedua. Sejumlah ulama dan tokoh agama turut mendoakan kelima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut.
Di antaranya Ketua DPP Wahdah Islamiyah Bidang Dakwah, Kaderisasi, Murabbi dan PSDM, Ust. Dr. Ir. Muhammad Qasim Saguni, M.A., serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, K.H. Said Abdul Samad, Lc., M.A., yang membawakan khutbah di Masjid Lailatul Qadri, Jalan Lasuloro, Perumnas Antang. Wakil Ketua PDM Makassar, Kiai H. Sudirman, S.Ag., juga mendoakan keselamatan mereka saat berkhotbah di Masjid Nur Rahmah, Kompleks BTP, Tamalanrea Makassar. Hal serupa dilakukan oleh Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Firdaus Muhammad, M.Ag., yang membawakan khutbah dan doa khusus.
“Alhamdulillah kami memimpin doa agar kelima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut, Insya Allah bisa ditemukan kembali,” jelas Prof. Dr. Firdaus Muhammad.
Ketua Yayasan Tajdidul Iman, Ustadz Ahmad Baduddin, S.Sos., di Masjid Haji Sampara, Cubung Salodong, serta Ustadz Musrajab Dakka, Lc., di kawasan Rappocini Makassar, juga turut mengajak jamaah mendoakan rekan-rekan jurnalis yang masih hilang hingga saat ini.
Hingga berita ini diturunkan, kelima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut belum ditemukan. Doa terus mengalir dari seluruh penjuru negeri, semoga mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat.
(Suara Imbang).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





