Ayo Bantu Masjid Batak Dalihan Na Tolu di Maros

  • Bagikan
Tampak bangunan Masjid Batak Dalihan Na Tolu di Maros yang saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 70 persen. (Foto dok: istimewa).

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menegaskan bahwa masjid ini terbuka luas untuk seluruh umat Islam dari latar belakang suku mana pun, bukan hanya eksklusif untuk orang Batak.

“Sematan nama ‘Batak’ murni hanya sebagai identitas kultural dari pihak pengelola dan perintis, sedangkan fungsi serta pemanfaatan masjid sepenuhnya milik publik atau kaum muslimin secara umum,” katanya tegas.

Apresiasi dan Dukungan

Di sisi lain, mewakili panitia, Haidir Fitra menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dari berbagai instansi dan lembaga yang telah membantu masjid ini berdiri. Di antaranya Pemerintah Kabupaten Maros, Bulog Peduli, serta Yayasan Haji Kalla.

Keunikan arsitektur masjid yang memadukan nuansa Islami dengan identitas budaya khas suku Batak. (Foto dok: istimewa).

“Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada seluruh donatur perorangan, termasuk kepedulian dari keluarga diaspora Batak yang tinggal di Singapura yang telah mengirimkan bantuannya. Kepada seluruh warga Batak, kami mengucapkan banyak terima kasih,” tandasnya.

GUS/ EDITOR MD.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan