GSS PRM Samata Hadirkan Ustadzah dr. Hj. Syamsiah Arab

  • Bagikan
Ustadzah dr. Hj. Syamsiah Arab Berikan Tauziah di GSS Samata — Ustadzah dr. Hj. Syamsiah Arab, (kanan) pimpinan Klinik Aisyiyah Rahmija Kaduppa, saat menyampaikan materi tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam kegiatan Gerakan Shalat Subuh PRM Samata, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Dok. PRM Samata).

SUARAIMBANG.COM, GOWA — Gerakan Shalat Subuh (GSS) yang digelar oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, berlangsung penuh keberkahan pada Sabtu pagi, 26 September 2026. Bertempat di Musallah RS PKU Unismuh Samata, kegiatan ini menghadirkan pembicara istimewa, Ustadzah dr. Hj. Syamsiah Arab, yang juga merupakan pimpinan Klinik Aisyiyah Rahmija Kaduppa.

Dalam tauziahnya, Ustadzah dr. Hj. Syamsiah Arab mengangkat tema yang sangat penting dan relevan bagi setiap keluarga, yaitu tentang periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang sering disebut sebagai masa keemasan atau golden period. Ia menjelaskan bahwa rentang waktu ini mencakup masa sejak anak masih dalam kandungan hingga berusia dua tahun, dan menjadi penentu utama kualitas tumbuh kembang anak di masa mendatang.

“Ini adalah rentang waktu emas yang tidak akan terulang kembali. Oleh karena itu, pemberian asupan gizi yang baik harus dimulai sejak masa kehamilan. Dari sinilah fondasi masa depan seorang anak dibangun, sebelum ia tumbuh menjadi remaja dan dewasa,” tegasnya.

Ustadzah Syamsiah Arab juga menyoroti pandangan Islam terkait masa pemberian ASI dan penyapihan anak. Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, menyusui anak hingga usia dua tahun diperbolehkan dan dianjurkan. Menyapih anak sebelum usia tersebut pun diperbolehkan, namun dengan dua syarat utama: pertama, tidak membahayakan kesehatan anak maupun ibunya; dan kedua, disepakati bersama oleh kedua orang tua.

“Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada umatnya sejak 1.400 tahun yang lalu untuk menyapih anak pada usia dua tahun. Baru di masa kini, ilmu pengetahuan modern membuktikan kebenaran tersebut — pada usia dua tahun, perkembangan otak bayi telah mencapai 80 persen. Inilah masa keemasan yang sangat menentukan kualitas kehidupan seseorang di masa depan,” paparnya.

Kegiatan Gerakan Shalat Subuh ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris PRM Samata, Muchlis Daeng Tojeng, S.E., M.M. Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Ketua PRM Samata, KH. Dr. Mustari Bosrah; Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa, Ustaz H. Ardan Ilyas, S.Pd., M.A.; Wakil Ketua Ranting Samata, Dr. Alimuddin; tokoh masyarakat sekaligus politisi PAN yang juga kader Muhammadiyah, Dr. H. Usman Lonta; Ketua PCM Sungguminasa; Ketua Panitia Persiapan PCM Samata; serta sejumlah kader Muhammadiyah dan jamaah yang hadir dengan penuh semangat sejak dini hari.

Kehadiran para tokoh dan kader ini menunjukkan bahwa Gerakan Shalat Subuh bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, melainkan menjadi wadah silaturahmi sekaligus pembekalan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Tema yang diangkat kali ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu dan calon ibu, mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan perawatan yang optimal pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.

(Laporan Khusus: Suara Imbang).

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan