
SUARAIMBANG.COM, BANTAENG – Menjawab tantangan rendahnya minat baca peserta didik, SMP Negeri 1 Sinoa menghadirkan terobosan inovatif bertajuk SI-KANCIL (Siswa Kreatif, Antusias, Cinta Ilmu dengan Literasi). Program ini mengubah wajah budaya literasi sekolah lewat pendekatan hybrid yang memadukan kekuatan bacaan fisik dan kemajuan teknologi digital.
Gagasan brilian ini lahir dari pengamatan dua pendidik sekolah, Hadariah, S.Pd.,Gr. dan Rudi, S.Pd.,Gr. Data kunjungan perpustakaan sebelumnya mencatat angka yang sangat rendah, yaitu hanya 2 hingga 5 siswa yang berkunjung setiap minggunya. Kondisi ini turut memengaruhi kelancaran pemahaman materi serta capaian hasil belajar siswa.

“Kami ingin mengubah cara pandang siswa terhadap kegiatan membaca. Literasi tak boleh lagi terasa kaku dan membosankan, melainkan harus menjadi aktivitas yang menyenangkan, fleksibel, dan selaras dengan perkembangan zaman,” ungkap Hadariah.
Melalui SI-KANCIL, setiap ruang kelas kini disulap menjadi pojok literasi mini yang hidup dan interaktif. Tidak sekadar pelengkap ruangan, pojok baca ini menyediakan beragam koleksi bacaan non-pelajaran yang disesuaikan dengan minat siswa, mulai dari novel, komik, novel grafis, hingga kisah petualangan yang merangsang imajinasi dan rasa ingin tahu.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





