
SUARAIMBAN.COM, BANTAENG — Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin turun langsung memimpin aksi Jumat Bersih di lima titik rawan sampah, Jumat, 17 April 2026. Kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan itu menyusuri sungai hingga pesisir menggunakan sepeda motor untuk mengkampanyekan gerakan stop buang sampah sembarangan.
Aksi kerja bakti Jumat Bersih yang dipimpin langsung Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, akrab disapa Uji Nurdin, bersama unsur pemerintah dan masyarakat di Lima titik di Kabupaten Bantaeng, Pasar Sentral, Terminal, Pesisir Letta, Sungai Cabodo, dan Pesisir Tangnga-Tangnga.
Tumpukan sampah plastik di sungai dan saluran air memicu risiko banjir. Gerakan ini mendorong kesadaran kolektif warga. Pantauan media ini, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menyisir lokasi menggunakan sepeda motor. Mengenakan sepatu boot dan sarung tangan, ia turun langsung ke sungai memunguti sampah plastik bersama warga.

Tidak sekadar seremoni, Uji Nurdin benar-benar nyemplung. Di Sungai Cabodo, ia memunguti sampah plastik yang menyumbat aliran air.
“Setelah kita bersihkan, terlihat jelas mayoritas sampah plastik. Saya minta warga berhenti buang sampah ke sungai dan drainase. Ini penyebab utama banjir,” tegas Uji Nurdin.
Rute Jumat Bersih dimulai dari Pasar Sentral, berlanjut ke Terminal, lalu ke Pesisir Letta. Dari sana, rombongan bergerak ke Sungai Cabodo sebelum finis di Pesisir Tangnga-Tangnga. Pilihan menyisir lokasi dengan sepeda motor membuat Bupati bisa menjangkau titik-titik sempit yang tak terakses mobil.

(Dok. Istimewa).
Uji Nurdin menekankan, Jumat Bersih tidak boleh berhenti di level pemerintah daerah. “Ini kerja bersama. Ayo setiap Jumat kita turun. Minimal bersihkan depan rumah atau lingkungan masing-masing. Lingkungan bersih, manfaatnya langsung kita rasakan,” katanya.
Gerakan ini jadi pembeda. Biasanya kepala daerah cukup memberi sambutan, kali ini Uji Nurdin memimpin dengan contoh. Ia mengangkat karung sampah, mengorek saluran air, dan berdialog dengan pedagang pasar soal pengelolaan limbah.
Langkah ini mendapat respons positif warga. Pedagang Pasar Sentral mengaku kaget melihat bupati ikut mengangkut sampah basah. “Beliau tidak jijik. Kami jadi malu kalau masih buang sampah sembarangan,” ujar Rahmatia, pedagang sayur.
Dengan predikat kepala daerah termuda di Sulsel, Uji Nurdin mencoba membangun budaya baru: pemimpin turun tangan, warga ikut bergerak. Targetnya, Bantaeng bebas dari label daerah langganan banjir akibat sampah.
FIR/EDITOR MD.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





