
“Program-program yang kami hadirkan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Harapannya, agar kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama, saling berbagi pengetahuan, sekaligus memperkuat potensi yang telah dimiliki masyarakat,” ujar Nabila.
Dia menambahkan, selama lima hari pelaksanaan, mahasiswa menghadirkan beragam program pemberdayaan, di antaranya pembinaan baca tulis Al-Qur’an, pelatihan membaca, menulis, dan berhitung bagi anak-anak, kelas bahasa Inggris, sosialisasi pemanfaatan biochar, edukasi kesehatan reproduksi, pelatihan pengurusan jenazah, creative class, lokakarya, serta forum literasi.
“Selain itu,” sambung Nabila, “melalui RGS 2026, UKM RITMA ingin memperkuat perannya sebagai mitra masyarakat dalam proses pemberdayaan. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat melahirkan perubahan berkelanjutan sekaligus mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki warga.”
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra yang siap tumbuh dan berkolaborasi bersama masyarakat untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” tandas mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu.
Dihadiri Guru Besar UINAM
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





