
Di sisi lain, tuan rumah Jeneponto telah mengunci tiket lolos lebih awal dengan koleksi sempurna sembilan poin dari tiga pertandingan, mencakup dua kemenangan reguler dan satu kemenangan tanpa bertanding atas Takalar yang mundur dari kompetisi. Posisi puncak sudah tak tergoyahkan, namun hasil pertandingan terakhir tetap berdampak pada peringkat akhir yang menentukan lawan di babak selanjutnya.
Persaingan di posisi ketat pun masih terbuka lebar. Bulukumba yang meraih satu poin imbang kini mengoleksi empat angka dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan, berdiri tepat di belakang Bantaeng. Peluang menyusul masih terbuka mengingat Bulukumba menyisakan dua laga tersisa. Besok, Minggu, 6 September 2026 pukul 16.00 WITA, Bulukumba berhadapan dengan Gowa, kemudian melengkapi jadwal melawan Takalar. Dua laga itu sekaligus menjadi penentu apakah posisi kedua bisa direbut kembali.
Situasi semakin memanaskan atmosfer kompetisi. Hanya dua tiket dari zona ini yang berhak melaju ke panggung delapan besar. Jeneponto sudah melangkah masuk, menyisakan satu kursi yang diperebutkan antara Persiban Bantaeng dengan keunggulan empat poin, namun belum aman, dan Bulukumba yang masih memiliki dua peluang untuk mengejar ketertinggalan.
Jadwal padat menuntut ketangguhan fisik sekaligus mental. Persiban Bantaeng tak memiliki waktu beristirahat panjang untuk memulihkan tenaga. Fokus sepenuhnya kini tertuju pada laga hidup dan mati melawan Jeneponto. Skuad Laskar Butta Toa memohon doa serta dukungan segenap masyarakat Kabupaten Bantaeng agar langkah kakinya dimudahkan, pikiran tetap jernih, dan tekad tak luntur di laga penentu masa depan sepak bola daerah ini. Siapa yang akan mewakili kehormatan Zona Selatan berdiri di panggung utama? Jawabannya akan terungkap sebentar lagi.
Laporan Redaksi Suara Imbang — (Editor MD) Jeneponto, Sabtu, 5 September 2026.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





