
Sehubungan dengan hal tersebut, Hasan Hasyim meminta agar seluruh perwakilan daerah se-Sulawesi Selatan segera menyelesaikan pembentukan struktur kepengurusan di tingkat kabupaten/kota sebelum pelantikan tingkat provinsi dilaksanakan.
Lebih dari sekadar seremonial, kehadiran GBN-MI di Sulawesi Selatan membawa angin segar melalui berbagai program kerja nyata. Hasan Hasyim menjelaskan bahwa pasca-pelantikan akan segera dijalin kerja sama strategis. Salah satunya dengan Kementerian Kehutanan terkait pengelolaan komoditas kopi dan kakao, serta kolaborasi dengan badan di bawah naungan UNESCO PBB yang berfokus pada penanaman pohon guna mencegah kerusakan lingkungan dan polusi.
“Kami ingin organisasi ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anggotanya maupun masyarakat luas. Telah kami siapkan dua unit mobil ambulans milik GBN-MI yang dapat digunakan secara cuma-cuma oleh anggota beserta keluarganya yang membutuhkan pelayanan darurat. Selain itu, kami juga membentuk yayasan pendidikan yang siap menyalurkan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan,” tegasnya.
Untuk menjaga konsistensi dan mempererat tali persaudaraan antar pengurus, Hasan Hasyim menetapkan agenda rutin. “Rapat pemantapan seperti ini akan kami jadwalkan setiap hari Sabtu, sekaligus menjadi sarana silaturahmi antar sesama pengurus GBN-MI,” tambahnya.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





