
Kepala Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa penambahan sarana dan personel dilakukan untuk memastikan tidak ada titik potensial yang terlewatkan. “Pada hari ketiga ini kami memperkuat operasi dengan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200. Pembagian sektor disusun berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang diduga dilalui korban dapat disisir secara menyeluruh, baik dari permukaan laut maupun dari udara,” ujar Arif dalam keterangan persnya.
Ia menambahkan, operasi ini berjalan secara terpadu melibatkan seluruh elemen SAR gabungan: TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, BPBD Kabupaten Selayar, Polisi Perairan, Kantor Syahbandar, SROP Selayar, hingga nelayan setempat yang turut berpartisipasi. “Kami berharap sinergi antar unsur ini dapat mempercepat proses pencarian. Seluruh personel bekerja sekuat tenaga dengan tetap menjaga keselamatan diri. Kami juga memohon doa masyarakat agar saudara-saudara kita yang hilang segera ditemukan,” tutupnya.
Hingga saat ini, tim masih memfokuskan penyisiran pada jalur pergerakan arus, arah angin, dan kondisi cuaca yang berpotensi membawa korban menjauhi lokasi awal kejadian.
(TIM-SI/ Editor MD).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





