
Ketua BNM Sulsel, Hamka Hamid, menjelaskan bahwa gerakan ini dirancang dengan pendekatan yang humanis. Tujuannya bukan hanya menuntut hafalan yang sempurna di awal, melainkan membangun kebiasaan baik dan keberanian untuk memulai.
“Pada dasarnya kita tidak kekurangan orang-orang baik. Yang sering kita butuhkan adalah contoh nyata dan keberadaan untuk melangkah lebih dulu. Dari situlah gerakan ini dimulai,” ujar Hamka Hamid dengan penuh semangat.
Untuk memacu motivasi, BNM juga menyiapkan sistem reward yang menarik. Setiap capaian 100 peserta di setiap wilayah, akan diadakan pengundian hadiah utama berupa sepeda. Hal ini dilakukan agar anak-anak semakin termotivasi untuk konsisten dan tidak mudah bosan.
Program ini merupakan strategi jitu dalam pembinaan karakter. Dengan menguasai Ayat Kursi, diharapkan anak-anak memiliki benteng diri yang kuat, fokus dalam belajar, serta terhindar dari godaan pergaulan bebas, narkoba, dan maksiat.
“Dari langkah kecil yang dijalankan bersama, akan tumbuh kebiasaan, menguat menjadi gerakan, dan akhirnya menjadi perubahan yang berkelanjutan,” tambahnya.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





