BNM Sulsel Silaturahim ke YBH2I Bahas Strategi Cegah Narkoba

  • Bagikan
Suasana pertemuan silaturahim dan diskusi strategis antara jajaran pengurus BNM Sulawesi Selatan dengan pengurus Yayasan Bantuan Hukum Hasanuddin Indonesia (YBH2I) di Makassar. (Foto dok: Suara Imbang).

Selain membahas struktur organisasi, kedua belah pihak juga menyoroti pentingnya peran hukum dan advokasi dalam gerakan sosial. Diskusi berfokus pada bagaimana menyusun program kerja yang menyentuh aspek penyuluhan hukum, edukasi masyarakat, serta upaya preventif yang efektif untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika dan perilaku menyimpang.

Kunjungan ini disambut antusias oleh Ketua Tim Hukum YBH2I, Multazan Haseng, S.H., C.Med. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen BNM yang konsisten bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Menurutnya, kolaborasi antara ormas dan lembaga hukum adalah kunci untuk menciptakan kesadaran hukum yang tinggi di tengah masyarakat.

“Gerakan seperti BNM harus didukung penuh. Ketika ada kesamaan visi untuk menjaga generasi bangsa, maka kerja sama ini harus diperkuat. Hukum dan gerakan sosial harus berjalan beriringan,” tegas Multazan.

Sebagai bentuk dukungan, YBH2I juga memberikan rekomendasi nama-nama tokoh daerah yang dianggap layak dan memiliki kapabilitas untuk duduk dalam Dewan Kehormatan BNM Sulsel. Dua nama utama yang diusulkan adalah Mayor Jenderal TNI (Purn.) H. Andi Muhammad Bau Sawa, S.H., M.H., mantan Pangdam XIV/Hasanuddin yang kini memimpin PW DMI Sulsel, serta Brigadir Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Indris Kadir, S.H., M.Hum., mantan Kepala BNP Sulsel yang ahli di bidang pemberantasan narkoba.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan