Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dikritik Natalius Pigai, Gubernur Jabar Tetap Lanjutkan

  • Bagikan
Foto Tangkapan layar dari akun resmi KOMPAS.TV di jejaring sosial Faceboo: Bagian atas menampilkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan terkait kebijakan sayembara tangkap begal; bagian bawah menampilkan Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai yang menyampaikan kritikan terhadap kebijakan tersebut. (Dokumen: Istimewa).

SUARAIMBANG.COM, BANDUNG – Kebijakan sayembara penangkapan begal dengan hadiah uang tunai yang digulirkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai sorotan tajam dari Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai. Meski demikian, pemimpin tertinggi di Jawa Barat ini menegaskan program tersebut tetap berjalan karena dinilai membawa dampak positif bagi keamanan warga.

Dikutip dari akun resmi KOMPAS.TV di jejaring sosial Facebook, Sabtu (1/8/2026), Natalius Pigai menilai penindakan terhadap pelaku kejahatan adalah ranah mutlak aparat penegak hukum yang memiliki wewenang, kemampuan, dan perlindungan hukum. Menurutnya, melibatkan warga sipil secara langsung untuk menangkap pelaku berisiko melenceng dari prinsip negara hukum.

Tanggapan berbeda disampaikan Dedi Mulyadi. Ia menegaskan sayembara dengan besaran hadiah mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta rupiah ini tidak dihentikan. “Setelah sayembara ini dicanangkan, warga kini kembali berani beraktivitas di luar rumah bahkan hingga malam hari. Tanpa langkah ini, saya khawatir warga justru mengambil jalan main hakim sendiri,” jelas Dedi.

Gubernur juga menjelaskan batasan yang berlaku: jika warga menemukan atau mengamankan pelaku, maka proses hukum selanjutnya tetap dijalankan oleh kepolisian sesuai prosedur yang berlaku.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan