Runtuh Gletser Picu Banjir Himalaya: 676 Tewas, Ribuan Hilang Nepal–Tiongkok

  • Bagikan
Rumah-rumah dan fasilitas umum tertimbun lumpur pascabanjir bandang di kawasan perbatasan Nepal–Tiongkok. (Sumber Foto: CNN Indonesia dan Reuters).

Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, secara resmi menyampaikan negaranya tak sanggup menangani sendirian.

“Kami meminta layanan khusus dan bantuan teknis di bidang yang kami belum miliki keahliannya — mulai penyelamatan dari terowongan runtuh, pemulihan jaringan jalan terputus, hingga identifikasi jenazah melalui pemeriksaan DNA.”

Rumah-rumah dan fasilitas umum tertimbun lumpur pascabanjir bandang di kawasan perbatasan Nepal–Tiongkok, menyusul runtuhnya gletser 26 Agustus 2026. (Sumber Foto: CNN Indonesia dan Reuters).

India dan Tiongkok telah mengirim tim ahli terlebih dahulu, namun Nepal menegaskan kapasitas teknis negara sahabat itu pun terbatas di medan setinggi dan sulit seperti Himalaya.

Ancaman Belum Usai: Danau Buatan Mengancam Banjir Susulan

Bahaya belum surut meski air banjir perlahan surut ke hilir. Material longsoran menumpuk di aliran sungai hulu membendung air hingga terbentuk danau baru berisi jutaan meter kubik air di atas kepala ribuan warga. Sabtu dini hari, permukaan air sempat naik mengkhawatirkan sebelum akhirnya pelan-pelan meluap ke celah alami. Meski risiko dinilai menurun, otoritas kedua negara tetap waspada penuh — satu retakan saja di bendungan alami itu, banjir gelombang kedua lebih dahsyat bisa meletus kapan pun.

Kerugian Meluas Hingga US$4–5 Miliar

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan