Prof. Mustari Bosrah Paparkan 7 Kewajiban Umat Terhadap Al-Qur’an

  • Bagikan
Prof. Dr. KH. Mustari Bosrah berdakwah dari mimbar masjid, tujuh jalan menuju cahaya Al-Qur'an dibentangkan pagi itu. (Foto dok: istimewa).

Kedua Tilawah, merutinkan bacaan setiap hari. Seperti makan yang tidak boleh putus sehari saja, demikian pula hubungan dengan Al-Qur’an tak boleh terputus walau selembar halaman. Ia adalah makanan rohani yang menjaga iman tetap hidup dan segar.

Ketiga Tahfizh, menghafal sesuai kemampuan. Bukan harus seketiga puluh juz sekaligus. Satu surat pun jika dihafal dan dijaga, ia akan menjadi cahaya yang takkan pernah padam di gelapnya kehidupan dunia.

Keempat Tafsir, memahami makna dan kandungan ayat. Membaca tanpa paham arah bagai berjalan buta. Al-Qur’an diturunkan untuk dipahami, bukan sekadar dilafalkan lalu dilupakan maknanya.

Kelima Tadabbur, merenungi dan menghayati pesan di balik ayat. Saat membaca, berhentilah sejenak. Tanyakan pada diri apa pesan Allah untukku pagi ini. Di sanalah Al-Qur’an berbicara langsung ke hati pembacanya.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan