
Doa ini, sambung Prof. Amrah, adalah permohonan untuk dianugerahi pasangan (keluarga) dan keturunan yang menyejukkan hati, serta memohon agar dijadikan pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
“Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun, waj’alna lil muttaqina imama.”
Yang artinya: “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami, serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
“Jadi kunci kebahagiaan itu adalah ketika kita mencintai Al-Qur’an, kemudian memahami artinya dengan menjiwainya sepenuh hati, maka Insya Allah syurga akan merindukan kita, seperti firman Allah dalam Surah Al-Fajr ayat 27.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





