Pemuda Pasangkayu Diterkam Buaya di Pantai

  • Bagikan
(Kiri) Tim SAR evakuasi jenazah ke darat; (Kanan Atas) Buaya terlihat di perairan saat pencarian; (Kanan bawah) Seluruh unsur berhimpun berdoa di rumah duka — Dusun Parappa, Pasangkayu, 30 Agustus 2026. (Foto tangkapan layar/Warga/Arham).

Warga pesisir sudah lama menyadari keberadaan buaya di sepanjang pantai Pasangkayu. Unggahan warga menegaskan: “Buaya di pesisir Pasangkayu sudah lama sering muncul di pinggir pantai.” Namun rutinitas harian mencari nafkah kadang menenggelamkan rasa waspada, hingga mimpi buruk ini datang nyata-nyata di tengah malam.

Bahkan muncul perdebatan di kolom tanggapan: “Di laut mana ada buaya, yang ada di rawa” — namun pengalaman pahit warga membuktikan sebaliknya: bukan hanya rawa, buaya kerap merambah hingga ke bibir pantai terbuka tanpa peringatan. Batas aman yang dipikirkan manusia ternyata tak berlaku bagi buaya yang bergerak diam-diam mengikuti arus.

Imbauan Serius untuk Seluruh Pesisir

Pasca peristiwa tragis ini, suara peringatan makin menguat: hindari berenang maupun mandi di laut, terutama malam hari. Jangan pernah sendirian ke tepi air. Perhatikan tanda-tanda keberadaan hewan buas sebelum turun ke bibir pantai. Basarnas dan tim gabungan pun menyuarakan hal yang sama: bahaya belum surut, kewaspadaan tak boleh turun.

“Buat warga di pesisir tetap hati-hati dan waspada.” — pesan warga yang kini bukan sekadar himbauan, melainkan peringatan nyawa.

Duka untuk insial. TH, Waspada untuk Kita Semua

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan