
Warga pesisir sudah lama menyadari keberadaan buaya di sepanjang pantai Pasangkayu. Unggahan warga menegaskan: “Buaya di pesisir Pasangkayu sudah lama sering muncul di pinggir pantai.” Namun rutinitas harian mencari nafkah kadang menenggelamkan rasa waspada, hingga mimpi buruk ini datang nyata-nyata di tengah malam.
Bahkan muncul perdebatan di kolom tanggapan: “Di laut mana ada buaya, yang ada di rawa” — namun pengalaman pahit warga membuktikan sebaliknya: bukan hanya rawa, buaya kerap merambah hingga ke bibir pantai terbuka tanpa peringatan. Batas aman yang dipikirkan manusia ternyata tak berlaku bagi buaya yang bergerak diam-diam mengikuti arus.
Imbauan Serius untuk Seluruh Pesisir
Pasca peristiwa tragis ini, suara peringatan makin menguat: hindari berenang maupun mandi di laut, terutama malam hari. Jangan pernah sendirian ke tepi air. Perhatikan tanda-tanda keberadaan hewan buas sebelum turun ke bibir pantai. Basarnas dan tim gabungan pun menyuarakan hal yang sama: bahaya belum surut, kewaspadaan tak boleh turun.
“Buat warga di pesisir tetap hati-hati dan waspada.” — pesan warga yang kini bukan sekadar himbauan, melainkan peringatan nyawa.
Duka untuk insial. TH, Waspada untuk Kita Semua
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





