
Dirinya juga menegaskan bahwa PERJOSI hadir bukan untuk menjadi oposisi, melainkan sebagai mitra pemerintah yang menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional. Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan oleh pers merupakan bagian dari upaya membangun, bukan menjatuhkan.
“Pers bukan musuh pemerintah. Pers adalah corong informasi publik yang bekerja untuk kepentingan masyarakat. Kami ingin membangun sinergi, bukan konflik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa “lampu hijau” yang diberikan oleh Wakil Bupati Maros akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh PERJOSI. Ke depan, organisasi ini berkomitmen untuk menghadirkan pemberitaan yang berimbang, edukatif, dan mampu meningkatkan literasi masyarakat,” tandas Bung Salim yang juga mantan Wakil Ketua PWI Sulsel.
Dalam pertemuan itu turut hadir Ketua DPD PERJOSI Maros Bung Talla, Wakil Sekretaris II DPP PERJOSI Pusat Muh. Nur, serta Ketua DPD PERJOSI Makassar Heriyanto Cecep.
Rombongan ini datang dengan satu tujuan, yakni membangun komunikasi yang sehat dan menjalin sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maros.
GUS/EDITOR MD.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





