
“Bhayangkara Off Road Merdeka adalah bukti nyata kekuatan kolaborasi. Polda Sulsel, IOF Pengda Sulsel, pemerintah daerah, dan komunitas otomotif bergandengan tangan. Kita ingin kegiatan ini menjadi sumbangsih pembangunan Sulawesi Selatan yang nyata, bukan sekadar seremonial,” tegas Kapolda Djuhandhani saat melepas peserta.
Beliau pun mengajak ratusan peserta menjadikan perjalanan ini persaudaraan yang lebih erat. “Jadikan momen ini merawat persatuan, memperkuat kepedulian, menebarkan manfaat. Seperti semangat kemerdekaan yang tak pernah padam, semangat berbagi pun tak boleh putus di jalan,” pesannya bergema di hadapan peserta.
Di sisi lain, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi tinggi. Baginya, kegiatan ini melampaui sekadar olahraga alam bebas — ia turut membuka potensi wisata daerah yang dilewati sekaligus menyentuh langsung kehidupan warga pedesaan. Peserta didorong tak hanya membawa kendaraan tangguh, tetapi juga niat tulus: edukasi lingkungan hidup, bantuan sarana prasarana umum, hingga dukungan ketahanan pangan di desa-desa yang dilalui.
Dengan berakhirnya pelepasan ini, dimulailah babak baru persaudaraan lintas daerah. Polri, pemerintah, komunitas, dan masyarakat menyatu dalam satu tujuan: jelajahi negeri, jaga alam, bantu sesama. Medan berat bukan penghalang — justru semakin sulit jalannya, semakin nyata kebersamaannya. Itulah makna sesungguhnya Bhayangkara Off Road Merdeka 2026: merdeka untuk berbuat baik, merdeka untuk saling merawat.
(Anten/rls/ Editor MD).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





