
Helikopter Dauphin terus disiagakan dan dioperasikan secara intensif di wilayah yang terdampak paling parah, khususnya di kawasan Manggarai Timur yang akses jalannya sempat terputus akibat longsor. Penggunaan jalur udara menjadi pilihan utama untuk mempercepat pemindahan korban dari lokasi bencana menuju fasilitas kesehatan yang lebih lengkap peralatannya di Labuan Bajo.
Selain operasi udara, penguatan personel dan sarana pendukung juga terus dilakukan. Pada sore yang sama, Tim Rescue Kantor SAR Kupang yang diperkuat unsur TNI, Polri, serta Potensi SAR dari Kupang resmi diberangkatkan menuju wilayah terdampak menggunakan kapal KN SAR Antareja. Penambahan kekuatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban yang masih terjebak maupun yang membutuhkan pemindahan ke tempat lebih aman.
Kepala Basarnas menegaskan bahwa koordinasi antarunsur tetap dijaga secara ketat guna memastikan setiap langkah penanganan berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi. Semakin banyak personel dan sarana yang tiba di lokasi, diharapkan semakin banyak pula warga yang dapat diselamatkan dan ditangani dengan tepat.
“Kami terus bergerak. Tidak ada yang berhenti sampai seluruh warga yang membutuhkan telah ditolong dan dievakuasi. Kolaborasi antarunsur adalah kunci agar kita dapat menjangkau lebih banyak titik yang sulit diakses,” tegas Mohammad Syafi.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





