
Memasuki babak kedua, Selayar meninggalkan sikap bertahan dan langsung melancarkan gelombang serangan demi gelombang. Tiga peluang berbahaya tercipta tepat di sasaran, namun barisan pertahanan Persiban tampil kokoh menutup celah hingga kiper tak banyak bekerja. Tekanan terus didesakkan ke area pertahanan Persiban, namun angka tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang, pertandingan berakhir. Satu kartu kuning tercatat untuk pemain Selayar di tengah laga.
Kemenangan ini mengukuhkan langkah Persiban di papan klasemen sementara. Dalam tiga laga berjalan, tim berjulukan “Laskar Butta Toa” mencatat rekor belum terkalahkan, dua kemenangan dan satu hasil imbang, mengantarkan ke tujuh poin. Di puncak daftar klasemen Zona Selatan dikuasai tuan rumah Jeneponto dengan koleksi sempurna, sembilan poin dari tiga laga penuh kemenangan, termasuk satu kemenangan tanpa bertanding lawan Takalar yang tak hadir. Persiban Bantaeng menetap di posisi dua, menguntit ketat sang pemuncak.
Enam kabupaten atau kota berkiprah di zona ini, meliputi Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Takalar, dan Gowa. Aturan main hanya meloloskan dua tim teratas ke putaran selanjutnya, sementara empat lainnya harus terhenti langkahnya. Persiban masih menjaga peluang emas untuk naik ke panggung berikutnya.
Jadwal tak memberi waktu beristirahat panjang. Kurang dari 24 jam, Persiban Bantaeng kembali turun ke lapangan, Sabtu, 5 September 2026, pukul 16.00 WITA, berhadapan dengan Bulukumba, masih di Stadion Mini Turatea, Jeneponto. Misi mempertahankan angka penuh kembali diusung demi menjaga jarak aman di dua besar.
Laporan Redaksi Suara Imbang — (EDITOR MD) Jeneponto, Jumat, 4 September 2026.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





