
Memasuki babak kedua, Persiban meningkatkan intensitas. Masuknya gelandang Ahmad memberi energi baru di lini tengah. Dominasi penguasaan bola sepenuhnya milik tim tamu.
Lagi-lagi gol tercipta! Tembakan datar Lambu dari sisi kiri merobek gawang Jeneponto. Namun petaka kembali datang. Bendera kembali terangkat. Gol kedua kembali dianulir. Dua kali “Laskar Butta Toa” dirugikan keputusan wasit.
Namun mental juara tidak mudah patah. Di penghujung laga, saat papan waktu menunjukkan tambahan 4 menit, keajaiban terjadi. Umpan silang melayang di muka gawang. Sundulan keras! Gol! Kali ini sah! Stadion langsung senyap, lalu pecah.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang.
Hasil ini menguntungkan kedua tim. Jeneponto kokoh di puncak dengan 10 poin. Persiban Bantaeng menguntit di posisi 2 dengan 9 poin. Keduanya masih menunggu hasil akhir pertandingan di babak besok antar Bulukumba VS Takalar penyisihan untuk melaju ke babak 8 besar.
Apresiasi datang langsung dari Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin yang menyaksikan penuh. Usai laga ia turun ke lapangan memeluk pemain. “Alhamdulillah. Perjuangan anak-anak luar biasa. Dua gol dianulir karena offside. Seharusnya kita menang 3-1,” ujarnya bangga.

Bupati juga memberikan bonus uang tunai kepada pencetak gol penyeimbang. Usai pertandingan, tim Persiban dijamu di kediaman Bupati Jeneponto sebagai simbol sportivitas.
Satu poin berharga. Dua gol hilang. Tapi satu tiket 8 besar belum aman, masih menunggu hasil pertandingan antara Bulukumba melawan Takalar.
(Tim/ Editor MD).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





