
Belum puas di PDAM, massa kemudian bergerak menuju halaman Kantor Bupati Bantaeng dan dilanjutkan ke Kantor DPRD Bantaeng untuk menyampaikan aspirasi mereka di tingkat tertinggi. Suasana sempat memanas di depan kantor Bupati: seorang warga laki-laki paruh baya hampir saja terlibat kontak fisik dengan petugas Satpol-PP. Beruntung, petugas kepolisian segera menengahi dan menenangkan kedua belah pihak sehingga benturan dapat dihindari.
Di tengah ketegangan itu, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin — yang akrab disapa “Uji Nurdin” — hadir menemui para pendemo. Bukan dengan sikap menolak, melainkan dengan mendengarkan dengan seksama setiap keluh kesah yang disampaikan. Ichsan menyampaikan langsung kepada Bupati: warga butuh solusi nyata. Mereka menginginkan air bersih mengalir kembali ke rumah-rumah mereka, dan jika tidak bisa segera, maka hak mereka harus dikembalikan.
Mendengar itu, Bupati Uji Nurdin membuka pernyataannya dengan menegaskan kondisi yang sedang dihadapi Kabupaten Bantaeng:
“Saya paham betul keluhan Bapak dan Ibu sekalian. Kita semua tahu, saat ini Bantaeng sedang berada di bawah tekanan El Nino yang membuat musim kemarau terasa lebih panjang dan kering dari biasanya. Kondisi ini memang berdampak besar pada ketersediaan air di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Bissappu ini.”
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





